Friday, January 16, 2009

Userbars

Sial~ kayaknya lama gw ga ngepost di blog...sebenernya sih muncul penyakit kemalasan berkelanjutan stadium kompleks di diri gw (wadehek? o.o), jadinya tangan gw ga mau bergerak buat mencet tuts-tuts keyboard di laptop gw. Anyway, short story aja, buat post kali ini gw mau ngasih info buat orang-orang kalo gw menerima pesenan bikin userbars.

"WTF is userbar?" - mungkin lu bertanya-tanya kayak gitu. Userbar itu adalah semacam banner buat signature di forum-forum, atau semacam tanda untuk menunjukkan hal favorit lu. Contoh: misalnya lu maniak DotA, biasanya bakal terlihat di forum-forum semacam banner kecil bertuliskan "DotA Player", "Lich User", "Stealth Assassin User", dsb dsb.

Sebenernya ga terpaku pada game aja sih. Userbar bisa dijadiin signature kalo lu fans / ngebet sama hal tertentu. Contoh: "Avenged Sevenfold Fans", "JAV Lover" <--- hahahaha XD gw jg mau~

so, di kesempatan post kl ini gw pengen ngasih tau kalo ada yang mau bikin userbar-userbar dengan hal-hal favorit kalian, boleh kasitau ke gw. Nanti gw tinggal bikin and kirim ke kalian. Just for fun aja koq, hehehehe~ :D

Ini contoh userbar bikinan gw, berhubung gw maen arcade Tekken 6, jadinya gw bikin userbar Tekken buat character-character yang gw maenin:






Bisa bikin yg animated jg koq buad yang pengen banyak n bisa ganti-ganti...:D

Wednesday, December 24, 2008

Refleksi Natal 2008

Hmm, setelah pulang dari gereja di x-mas eve tahun ini, gw sedikit banyak merenungkan kata-kata yang pada saat khotbah tadi sangat menyentuh hati gw. Mengesampingkan acara misa malam natal tadi yang berlangsung 3 jam dan membuat mata gw kliyeng-kliyeng 5 watt, gw masih menyempatkan diri menyimak pesan apa yang mau disampaikan pada jemaat gereja koq...maklum, meski tampang gw boleh dikategorikan cocok berada di balik sel tahanan Polda Metro Jaya, tapi hati gw ga bisa diukur dalamnya... *hueeeeeeeekkkk!!!* XD

Eniwei, tema refleksi natal yang bisa diangkat tahun ini adalah Pengharapan yang Tak Pernah Pudar. Wah ternyata gw masih bisa nyimak juga di gereja hahaha! =D. Karena gw bukan seseorang yang senang diskriminasi ras, gender, dan agama, maka tulisan berikut ini gw dedikasikan untuk semua yang mau membacanya. Toh refleksi ini bisa dijadikan cerminan pribadi tanpa harus memandang latar belakang agama masing-masing orang. Feel free to read my post and pass the message to everyone! =)

Dalam setiap segmen liturgi di gereja gw tadi, ditampilkan berbagai narasi slideshow powerpoint mengenai bagaimana manusia mengarungi berbagai macam aspek kehidupannya. Namun, narasi yang dibawakan lebih condong kepada bagaimana manusia modern menjalani aktivitas sehari-hari di masa kini.

Seperti kita percaya, manusia diciptakan oleh Tuhan baik adanya. Kita diberikan akal budi untuk berpikir, kekuatan untuk bertahan hidup, dan perasaan atau emosi untuk mengerti akan suatu keadaan. Kalau bisa dibilang, kita ini adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki segalanya yang tidak dimiliki oleh tumbuhan, hewan, atau benda-benda mati. Perkembangan teknologi pun sudah sangat pesat dewasa ini, sehingga tidak heran jika dalam jangka waktu 1 hari, handphone tipe A akan digantikan oleh tipe B yang jauh lebih canggih. Begitu pula dengan pikiran manusia; setiap hari akan tergantikan dengan pikiran yang jauh lebih maju daripada waktu sebelumnya.

Ironisnya, pemikiran yang lebih maju menghasilkan keinginan yang lebih banyak. Keinginan yang lebih banyak memunculkan kebutuhan-kebutuhan yang semakin meningkat. Tidak sampai di situ, kebutuhan yang meningkat memunculkan efek domino di mana semua akan berujung pada masalah umum yang sangat kompleks, yaitu UANG alias DUIT alias DOKU!

After all, it's all about money. Mata lu ijo dahhh!! XD

Seperti gw dan kalian semua tau, kalo kita ngomongin masalah uang, pasti ngga ada habis-habisnya. Kemiskinan, KKN, krisis ekonomi, harga bahan pokok, hutang, dsb. dsb. dsb. tentu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Kalo bisa gw ibaratkan secara ekstrim, manusia itu udah jadi budak uang; rela melakukan segalanya demi uang...yang gw maksudkan dengan "segalanya" itu ya benar-benar dengan SEGALA yang mereka miliki (atau bahkan kadang bukan milik mereka o.o).

Memang benar uang digunakan untuk memenuhi mayoritas kebutuhan manusia, tetapi tentu sangat berdampak buruk. Akibat uang, manusia malah kehilangan waktu untuk memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya yang terpenting: kebutuhan rohani. Ya, perhatian manusia terlalu terpaku pada kekayaan dan popularitas sehingga mereka melupakan andil Tuhan di dalam setiap kesuksesan mereka.

Yang lebih lucu lagi, pendeta di gereja gw tadi menjelaskan bahwa, orang kaya dan orang miskin di Indonesia ternyata tidak jauh berbeda. Orang kaya sering melupakan Tuhan jika sudah sukses besar. Nah, kalo orang miskin seringkali pasrah dengan keadaan hidupnya, sehingga lupa bahwa Tuhan ada untuk menjawab pengharapan mereka. Waktu untuk mengingat akan keberadaan Sang Pencipta hanya menjadi formalitas atau rutinitas belaka, menghilangkan makna ibadah itu sendiri.

Gw sendiri juga sadar bahwa tak jarang gw bersikap seperti orang-orang tersebut; hanya menganggap bantuan dari Tuhan adalah bantuan yang semu. Trus, kalo misalnya tertimpa masalah yang cukup berat, gw malah marah dan bertanya "Kenapa kok gw dikasih masalah seperti ini, Tuhan!? Ini kan ga adil!". Lucu, tapi cukup menyayat hati...Ironis memang.

Lha, trus buat apa donk Tuhan lahir ke dunia ini kalo manusia sendiri ga sadar akan keberadaan-Nya? Buat apa Dia rela berkorban disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, sedangkan kita malah mengutuk kalo jatuh dalam kesusahan? Bukannya ngurangin dosa, kita malah nambah dosa -____-"

Tapi itulah bukti kebesaran Tuhan. Ia ibarat lilin yang menyala terang di tengah kegelapan; bantuan bagi kita untuk melihat lebih jelas di tengah masalah yang melanda. Lilin yang meleleh dan terbakar demi menerangi kita, begitu pula simbolisasi besarnya cinta Tuhan kepada kita, manusia yang gak tau berterimakasih. Namun, berbeda dengan lilin biasa; nyala api kasih Tuhan tidak akan pernah padam, tidak akan pernah pudar, dan berkobar selamanya. Ia akan tetap mencintai kita meskipun kita sering melupakan-Nya.


Tuhan ibarat lilin yang terus menerangi kita dalam kegelapan

So, mulai deh kita berefleksi dan membuka hati. Apakah secara pribadi, kita selalu mengucap syukur untuk setiap hari yang diberikan Tuhan pada kita? Apakah kita malah menghujat, melupakan, dan cuek terhadap Tuhan? Apakah pengharapan kita akan Tuhan mulai pudar di kala kita susah? Ingat, bahwa Tuhan tetap ada untuk manusia meskipun kita terus menerus mengecewakan Dia.

Masih mengingat Tuhan kalo kita jatuh? Gw harap kita semua seperti itu; terus menerus percaya kepada-Nya seberat apapun cobaan yang kita alami, karena Tuhan adalah pengharapan yang tak pernah pudar.

Cheerio n Merry Christmas 2008! =)

Akhirnya Libur Juga

Duuhhhh...!~ kayaknya udah luamaaaaa sangat setelah terakhir gw nulis di blog ini. Maapkan diriku yang kurang kompeten (jangan diplesetin jadi impoten!) ini, my dear blog...XD

Maklum, berhubung dosen-dosen kuliah gw tergolong dalam kategori workaholic alias rajin kerja dan juga workgivingaholic (apakah ini tergolong istilah? o.o) alias rajin ngasih kerjaan ke mahasiswa-mahasiswa tersayangnya maka terjadilah tragedi di liburan gw kali ini. Liburan? kayaknya udah ga pantes kalo misalnya waktu rehat ini disebut sebagai liburan. Bisa bayangin gak kalo suatu event yang disebut sebagai liburan diisi dengan kegiatan super duper menyebalkan yang disebut sebagai ...TUGAS MANDIRI!

Contoh Kutukan Terlarang

Seperti sudah tertuliskan di ramalan Nostradamus, bahwa sekian banyak Tugas Mandiri (untuk selanjutnya akan disingkat sebagai TM, dan dibaca: kutukan) yang ditimpakan pada kami, mahasiswa jurusan DKV Binus, harus dikumpulkan pada saat selesai liburan nanti. Ironisnya, rentang waktu rehat yang diberikan oleh petinggi-petinggi univ tercinta kami sangat menyentuh hati, lebih menyentuh hati daripada episode-episode acara berlinang airmata ternama macam Bedah Gubuk, Uang Shock, atau Tambang Kasih... -_____-"

23 Desember 2008 s/d 04 Januari 2008

Kalo dihitung, 1+1 adalah 2...bukan, bukan...ternyata kurang dari 15 hari liburan; dan di setiap detik dalam setiap hari libur tersebut gw masih harus memikirkan TM yang bisa dibilang jumlahnya melebihi koleksi kolor gw...haduuuuuuuhhhhh!!! >.<

C'mon, mannnn!! Give us a breakkkkk!! Gak setiap hari di kampus, gak setiap waktu di rumah, semua pikiran gw mengarah ke TM; sampai-sampai gw pun gak jarang mimpi tentang gw lagi ngerjain TM (serius lho...).

Gak perlu gw sebutin nama-nama tersangka yang ngasih gw dan seantero teman-teman gw di DKV berbagai macam kutukan yang perlu diselesaikan secara cepat supaya ga mengalami stress berkelanjutan. Gak perlu juga gw sebutin segala macam tetek bengek yang perlu gw kerjain selama liburan ini. Yang jelas, kumpulan pis of shiz itu membuat liburan gw & friends SANGAT BERMAKNA!!

Oiiiiiiii!!! Yang mengalami sama kayak gwwwwww!! 2 kata: TM ASIK!!!!! Hahahahahaha XDXDXD

Thursday, December 4, 2008

An Endearing Ending

Hueleh, kayaknya gw udah janji mau nulis satu sisa puisi lagi yang gw temuin di laci meja bobrok milik gw. Yang satu ini kayaknya gw bikin pas klas 3 SMA, ntah apa yang gw pikirkan waktu itu. Hahaha XD Bahasa Inggris pula...mending kalo Inggrisnya bagus. Ini Inggris pas-pasan aja bahasa yang dipake udah setinggi langit >.<

Apa daya, konon Mbah Marijan pun sampe turun dari Merapi gara-gara tulisan gw ini. HUEEEEEKKKK~ =P




An Endearing Ending


If I was about to take five minutes of your life;
If those three hundred seconds were enough to reveal my inner self to you;
maybe...I wouldn't have to regret it.

I was a total jerk;
an egregious egoist wearing a robe of conceit,
covered with blood and mud of my own lies.

My veiled insane delirium encircled me,
enclosing me with the fog of pride and might.
Wrath and hatred led me to cast away my fear.
At first, I could only laugh...

Mentally ill, wasn't I?
An actual human being to hold such a power...

Wait...Me? A human being?

Was I?

Perhaps...

You may say no.
My name was not engraved as an existence,
nor as a shape of a living creature.

I lived, but I did not exist.
Yes...nobody would recognize a fail creation;
A fallen form of soul from deep within the darkness;
A nightmare that came with its wings of sorrow;
An uncanny sin that could change a smile into a frown drastically;
Yes...that was me...

Why? Why did you cry?
When I left you that moment, why did you cry?
Why? I was worthless, wasn't I?
Why? You told me that I was a nuisance...
Why? Why your face was flooded with tears?
Why, Dear? Why?

Maybe, I faked my smiles when I was with you,
trying to cheer for you even when I was coated with sadness;
even when my own tears melted my cold heart.
Still, why did you cry for me?
I was not that worthy...

Everytime you smiled at me,
a knife stabbed my chest,
tearing my inside apart,
and then I hoped that we could break into a new start.

The light kept me to hardly live,
overflowing the shadow in me,
leaving scars to heal.
Unfortunate of me, they took forever to vanish.

The devil grinned,
the death mocked,
the devious detested,
at me; one powerless identity.

While the rest of you might've survived,
I was looking at my future,
dreaming for a happiness,
wishing to reach your hands,
leaving my last will to you:

"Let me share the same sky with you, to take a last glance of my endearing ending..."

Tuesday, December 2, 2008

Sepucuk Surat untuk Sang Gagak

Lho lho lho...kemaren, pas gw buka-buka (jangan mesum dulu donk pikirannya --") laci meja gw dengan maksud untuk membersihkannya dari kotoran-kotoran ga jelas gitu, secara tiba-tiba gw menemukan beberapa carik kertas di dalam sebuah map hijau yang membuat gw mengingat sesuatu akan masa SMA. Hahaha XD ternyata puisi-puisi yang gw buat secara iseng di kala berseragam batik-jeans n putih-abu itu masih ada...

Puisi? Watdefak?! Orang kayak lu bikin puisi?! Ya -_-" gw tau. Mungkin ga kliatan dari luar kalo gw seorang yang cukup melankolis dan seneng dengan hal-hal yang berbau romantis (halah cuih cuih hoekkkkk >.<). Ya sudahlah, yang berlalu biarkan berlalu, tapi sekarang mungkin saatnya gw berbagi buat kita semua seperti apa sih omong kosong fantasi yang gw bikin zaman dulu. Kebetulan gw nemu ada 2 puisi yang pengen gw share, so here is one, dan yang 1 lagi di entry berikutnya ya! ^^



Sepucuk Surat untuk Sang Gagak


Mungkin tak bisa kuhantar kenangku,
namun biar mimpiku datang untuk merayu;
lewat sentuhan dan citramu;
sepucuk surat untukku.

"Untuk Sang Sayap Hitam,
yang tertidur dalam duka,"
tulismu kelam
saat lipatan kertas kubuka.

Lanjutmu,
"Saat kau baca suratku ini,
mungkin, diriku telah pergi
tanpa menunggu."

Sesaat,
batinku bertambah berat,
bagai burung yang terjerat
dalam dunia kegelapan
menunggu akan kematian.

"Selama ini,
ruang waktu milik kita berdua.
Mesra, sepi, dalam fantasi
menggapai cinta dalam tawa.
Dua gelas anggur merona
berbaur manis memabukkan jiwa
namun hanya satu benar mencinta."

Apa maksudmu?
Hatiku mencelos bertanya;
berharap jangan kau membuat luka
yang 'kan lama menghilang semu.



Cukup pendek sih. Tapi apa mau dikata? Feel free to laugh or even comment about it...

Monday, December 1, 2008

Rencana-Nya Ajaib Bagi Kita

Rencana-Nya ajaib untuk menolong kita yang tersesat dalam penderitaan hidup.


Ada satu cerita yang bikin gw terkesima pada hari Minggu kemarin di gereja. Setelah gw dengerin, gw ngerasa pasti banyak maknanya kalo gw nge-share cerita sebagus itu kepada semua yang pengen baca blog gw. Bukan maksud mau khotbah ato sok jadi orang suci, tapi gw menemukan kalo cerita ini tuh bener-bener menyentuh hati gw dan mungkin bisa berefek sama pada orang lain yang membacanya. So, here it is.


Sebuah kapal tenggelam di tengah lautan lepas karena amukan badai. Semua penumpang dan awak kapal meninggal kecuali satu-satunya pemuda yang selamat. Ia terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni sehingga mustahil ada orang yang bisa menolongnya. Pemuda yang adalah orang Kristen tersebut terus memohon kepada Tuhan, namun sejauh mata memandang hanya terlihat lautan yang luas dan semak-semak di sekelilingnya. Tidak ada tanda-tanda akan ada orang yang datang menolongnya. Maka iapun membuat pondok kecil dari beberapa potong kayu dengan atap alang-alang kering.

Dia tidak punya persediaan makanan sehingga setiap hari ia harus memasuki hutan kecil dekat pondoknya untuk mencari buah yang dapat dimakan. Suatu hari, ketika kembali dari mencari makanan, ia menemukan pondoknya telah dilalap api. Ia tidak hati-hati mematikan api sehingga menyebabkan kebakaran pondoknya. Pemuda itu terdiam memandangi asap yang membumbung tinggi. Ia kecewa dan marah pada Tuhan karena seolah-olah semua dirampas darinya. Sepertinya Tuhan menghendaki ia menjalani penderitaan yang lebih berat lagi. Ia duduk dan menangis sambil berteriak, "Tuhan, apakah semua penderitaan saya belum cukup? Mengapa Engkau membiarkan saya seperti ini?". Di dalam keputusasaannya ia tertidur lelap sepanjang malam itu.

Keesokan paginya, ia terbangun karena mendengar suara yang menderu dan suara itu sepertinya semakin mendekat. Ia berdiri dan memandangi lautan di depannya di mana nampak sebuah kapah yang terus melaju ke arahnya. Ternyata kapal itu datang untuk menyelamatkannya.

"Bagaimana engkau bisa datang ke sini padahal pulau ini jarang sekali dikunjungi orang?" tanyanya pada orang yang datang menyelamatkannya.

"Kami melihat sinyal asap yang naik ke atas," jawab mereka.


Mungkin beberapa dari kalian yang membaca ini udah pernah mendengarnya, ataupun belum sama sekali. Tapi, tentu makna yang ada di dalam cerita ini bisa kita petik.

Gampang sekali untuk menjadi kecewa ketika sesuatu yang buruk terjadi di dalam hidup kita. Kita sering mengartikan semua yang membebani, semua yang menyakitkan, dan menyulitkan sebagai tanda bahwa Tuhan melupakan dan mengabaikan kita. Tapi kita seharusnya tidak berputus asa karena Tuhan selalu bekerja dengan cara-Nya yang ajaib untuk membebaskan kita dari setiap keadaan yang menyulitkan meskipun saat itu kita sedang berada di tengah-tengah duka dan penderitaan. Untuk membuat kita bisa melihat pertolongan-Nya yang ajaib seringkali Tuhan mengijinkan kita mengalami sesuatu yang menyakitkan agar kita mengerti keterbatasan kita sebagai manusia dan mengandalkan Dia di dalam semuanya.

Gw sendiri bisa mengibaratkan bahwa Tuhan itu seperti sinyal Handphone. Ia adalah sinyal yang sangat kuat, bahkan kekuatan sinyal-Nya pun tidak akan berkurang meski kita berada di pelosok gunung atau bahkan di dalam Bumi sekalipun. Untuk berbicara dengan Tuhan, itu gratis, gak perlu pulsa, karena Ia selalu ada setiap saat untuk kita, untuk berbicara melalui hati kita. Dengan Tuhan, cuma ada 1 syarat dan ketentuan berlaku, yaitu kita harus terus percaya kepada-Nya. Tak perduli siapapun atau di manapun, Tuhan selalu ada untuk kita, selalu siap untuk menolong kita dengan rencana-rencana ajaibnya.

Jadi, bisakah kita berkata: "Tuhan penolongku di saat aku susah dan duka!" ?

Gw percaya kita semua bisa seperti itu. ^^

Sunday, November 30, 2008

Sabtu yang Aneh...

Sebenernya yang mau gw ceritain ini terjadi di hari Sabtu kemarin (29/11/2008). Cuma, karena kemalasan gw yang tiada hentinya, dan juga karena nyokap semalaman bercokol di depan laptop kesayangan gw, jadilah gw hanya bisa ngepost ini setelah pulang gereja. Berikut adalah segelintir kejadian aneh yang terjadi di hari itu.


Kejadian 1

Sabtu pagi, gw bangun jam 06.33 dengan perasaan yang biasa-biasa aja (baca: ngantuk). Biasalah, orang males, berangkat juga males-malesan. Tapi gw tau, SEMESTINYA jadwal pagi itu jam 9.20 adalah kuliah Bahasa Inggris, dengan dosen yang bisa disejajarkan dengan Titiek Poespa serta Mak Erot (dalam masalah umur tentunya). Karena dosen yang satu ini suka reseh soal waktu, gw ga berani telat. Fyuh, gw sampe di Binus jam 9 pas. Gw tengok sebentar kelas J3B...masih kosong...Ya udah lah, mungkin belom pada dateng, pikir gw santai.

Sejauh mata memandang di luar kelas, cuma ada 2 orang cleaning service yang sibuk mempersingkat hidup mereka masing-masing dengan menghisap sebatang hasil kerja keras dan cucur keringat mereka sendiri. So, gw duduk agak menjauh dari asap-asap penuh racun tersebut dan membenamkan diri dalam alunan lagu-lagu Kutless yang menggema dari earphone HP gw.

5...10...15 menit gw menunggu. Tetap aja gak muncul satupun wajah yang gw kenal dari 01PAU. In fact, bahkan ga muncul orang yang menuju ke dalam ruang J3B. Biasanya 10 menit sebelum kuliah mulai kelas sudah penuh dengan kegaduhan, entah itu gara-gara belum ngerjain tugas ataupun candariagosiptawa yang suaranya bisa terdengar sampai WC di sebelah kelas. Feeling gw udah mulai gak enak. Terus, gw mulai mengingat sesuatu.

Ah iya! Hitler itu orang Jerman!

BUKAN INGETAN KAYAK BEGITU, GUOBLOOOOG!

Bukan, bukannnnn!! Gw teringat sesuatu yang lain. Ingatan gw yang rapuh itu membawa kaki gw berlari-lari kecil ke lantai dasar kampus Syahdan, menuju ke fasilitas standing internet (begitu gw menyebutnya), buat ngecek Binusmaya.

Login...Selamat pagi, JOVI DOMINICO BATUBARA! *diem, jangan ketawa lu!* trus gw buka bagian My Class, Bahasa Inggris. Nah! Bener aja firasat gw. Berkat keimbisilan gw, ternyata gw baru bisa menyadari bahwa hari ini kelas Bahasa Inggris ditiadakan. Purrrrr-feccctttt!!! -________-""


Yak! Gw memang jenius!


Kejadian 2

Sepulang kuliah, gw ke Orchid Garden, alias MTA, a.k.a Taman Anggrek. Maksud hati mau nungguin nyokap jemput di sana karena sebelumnya gw ditelpon kalo beliau mau jalan-jalan di sana. Untung, ada orang berbaik hati mau memberi gw tumpangan (nama tidak disebutkan demi keselamatan sumber =P), secara uang di dompet (hampir) tidak memungkinkan untuk bayar transport tambahan.

Sesampainya di TA, gw langsung berjalan menuju tempat favorit nongkrong ga jelas gw, Arcade Center XXI hahahaha XD. Kebetulan jam 4 sore itu mesin Initial D lagi gak ada yang main, jadilah saya hijrah ke mesin Tekken 6 yang cukup ramai. Lho, ternyata ada beberapa wajah yang gw kenal. Ada Ahli Pijit, Ru$$iAgiLe, dan seorang om-om yang kerjanya kalo udah kalah pasti maksa main terus meskipun pake jurus bantingan & lock yang monoton dan bosenin.

Setengah, satu jam berlalu...Gw dan orang-orang yang gw sebutin tadi sibuk nontonin orang yang main. And pada saat itulah terjadi sesuatu yang menurut gw ironis, menyedihkan, memprihatinkan, tetapi di satu sisi bikin ketawa, menyenangkan, unik, dan langka.

MTA MATI LAMPU!!!! WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK! XD

Yak! Betul sekali sodara-sodara! Di sebuah tempat yang penuh sesak di malam minggu, di tengah hingar bingar para hedonis yang berkumpul di satu tempat untuk menghabiskan segelintir sisa hidupnya, dan di dalam satu momen yang menurut banyak orang merupakan satu hari yang bisa digunakan untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan, terjadilah kejadian yang bikin gw sedetik "Watdepak!" itu.

Beberapa hal yang menurut gw lucu:
- Lucu, ngedengerin seisi MTA berbarengan teriak "YAAAAAHHHHH...!" pas detik listrik mati;

- Lucu, ngeliatin anak-anak kecil imbisil berlarian sambil teriak "MAMA! TOLONG! SETAN!"

- Lucu, ngebayangin apa yang terjadi dengan para pasangan romantis yang terjebak di dalam ruangan studio XXI yang gelap...OHMAIGOD! * udah udah udah, jangan bayangin yang aneh-aneh dehh -_-" *

Untungnya, para petugas yang penuh pengalaman bisa segera mengatasi blackout yang terjadi, sehingga tidak perlu menambah adanya tumpukan pakaian dalam yang terlepas di dalam studio XXI. Hahahaha if u know what I mean! =P



Bisa bayangin tempat sebesar ini mati lampu? SERU LHO! =D